Saya disini hanya mencoba membantu para Mancing Mania untuk dapat memahami dan mengetahui lebih dalam segala hal yang berhubungan dengan Hobby Memancing.
SEMOGA BERMANFAAT.
Pada umumnya para angler memilih fast action yang lebih mudah untuk casting jarak jauh serta sesuai dengan reel spinning yang notabene lebih tinggi dari bait casting sehinga lebih ringan unutk reel up-nya ketika fight
1.2 Bait model
Pada tipe ini angler lebih menyukai untuk game fishing yang memang berbeda feeling pada berat beban yang sama serta lebih pada acuracy casting pada lokasi lokasi sempit seperti daerah bakau rawa- rawa dan lain lain
2. Boat fishing
2.1 Bottom fishing
Pada tipe ini angler mesti tau target ikan yang akan di cari, memang untuk daerah kita belum ada yang mempelajari hal ini (hayoo yang sudah banyak pengalaman mohon di sharring), jika kita sudah tahu jenis ikan pada musimnya maka akan lebih mudah pakai koleksi joranya he3X, tetapi pad umumnya pakai yang bisa untuk bottom fishing juga bisa untuk jigging, disini perlu di perhatikan jenis guide yang pakai lebih pada jenis beban yang tinggi dan tak terduga kalo bisa sih SIC "Silicon Carbite".
2.2 Jigging
Pada jenis yang satu ini pada umumnya angler lebih suka regular action ataupun slow action, tak kalah pentingnya untuk jenis ini SIC guide mutlak di pakai karena memang yang gede-gede saja yang dicari dan pada jenis ini pula banyak maker yang memproduksi joran ini dengan power lifting untuk memudahkan dan membatu angler untuk figth dengan ikan-ikan gede
2.3 Popping
Secara umum Ringan dan bisa untuk lempar popper sejauh mungkin karena lokasi yang memang susah di jangkau oleh kapal dan semakin jauh kapal dengan target point maka ikan tidak terpengaruh akan kehadiran kapal itu sendiri, selain itu perlu lebih di perhatikan juga jarak hanlde depan sampai ke ujung bawah joran karena yang satu ini sangat berpengaruh pada tenaga yang di keluarkan oleh angler itu sendiri ketika figth terjadi (usaha kan di sesuaikan dengan postur tubuh).
Belakangan ini banyak mania mancing yang menggemari mancing popping. Kesemarakkan popping di kalangan mania mancing inilah yang menjadi laporan utama edisi Mancing Mania (MM) kali ini.
Sebelum mancing popping ini mulai dikenal di Indonesia sebenarnya negeri kinta ini sudah familiar dengan beragam teknik mancing baik secara tradisional maupun modern. Mulai teknik mancing dengan laying-layang, dengan umpan bulu, mancing dasar, mancing koncer, sampai dengan teknik mancing tonda (trolling).
Untuk menyusuri kapan teknik popping ini mulai digemari di tanah air.dan persoalan popping, MM menemui Adhek Amerta dari Bali, Jhon Hambali dan Adrianus dari Jakarta. Ketiga orang itulah yang banyak disebut sebagai mania penggemar mancing popping.
Arti Popping
Sebelum mengulas lebih jauh mengenai mancing popping, ada sebuah pertanyaan yang mendasar yaitu apa sih arti popping? Ketika kami sedang kebingungan mencari jawaban, Adrianus Bratanata memberikan jawaban. “Konon ceritanya sebutan popping itu, terjadi karena efed dari popper yang ditarik oleh manis mancing bunyinya pop…, pop…, pop. Karena bunyi seperti itu maka mania mancing menyebut dengan istilah popping,” kata Adrianus kepada MM.
Lebih lanjut Adrianus menjelaskan arti popping itu mancing menggunakan umpan popper. Popper adalah umpan buatan yang bahan dasarnya dari kayu. Cara memancingnya dengan teknik kasting yaitu melempar umpan popper kemudian menariknya,” kata Adrianus. Menurut Adrianus bentuk popper itu menyerupai umpan trolling misalnya konahead. “Kalau kita perhatikan bentuk popper itu seperti umpan trolling namun kalau popper kegunaannya untuk mancing kasting,” tambah Adrianus.
Sejarah Popping
Mengenai sejarah sejak kapan mancing popping masuk ke Indonesia tidak ada yang tahu persis. Meski banyak mania yang tidak tahu asal usul popping mulai merebak di Indonesia sejumlah mania yang ditemui oleh MM menunjukkan bahwa ada tiga orang pionir popping di Indonesia.
“Pionir popping di Indonesia sepengetahuan saya ada tiga orang yaitu Adhek Amerta Bali, Jhon Hambali baru Munadi,” ungkap Adrianus. Lebih lanjut Adrianus menceritakan bahwa ketiga orang itu telah menekuni mancing popping bertahun-tahun sebelum para mania lain mengerti mancing popping.
Berkat informasi keberadaan pionir mancing popping itulah, MM menghubungi Adhek Amerta dari Bali. “Awal popping itu sendiri berasal dari Australia, dari negeri asalnya tidak berkembang justru yang merebak teknik popping di negara Jepang. Dari negeri Jepang inilah mulai berkembang berbagai teknik popping dengan alat-alat yang mendukung.
Merebaknya popping di Jepang tidak serta merta merebak di tanah air. Namun lantaran banyak mania mancing negeri matahari terbit yang mancing di Indonesia, mancing popping pun mulai di kenal orang Indonesia. “Saya mulai mancing popping sejak 12 tahun yang lalu. Perkenalan saya dengan popping karena sering memandu mancing orang Jepang di Bali,” ungkap Adhek Amerta.
Dari interaksi seringnya mancing bersama orang-orang Jepang itulah membuat Adhek Amerta semakin mencintai mancing popping. Kecintaannya terhadap mancing popping itulah membuat Adhek Amerta berkreasi untuk menciptakan umpan-umpan popper dan sekarang ini umpan poppernya merebak di berbagai Negara.
Meski Adhek Amerta sudah menekuni mancing selama 12 tahun namun kenyataannya mancing popping tidak berkembang pesat di tanah air. Baru sekitar tahun 2001-2003 mania mancing yang bergabung dalam mailinglist mancing I di internet mulai mendiskusikan mancing popping. “Orang-orang ribut mengenai mancing popping mungkin sekitar tahun 2003 lalu. Selanjutnya pada tahun itu juga kami melakukan trip bersama pemancing Thailand untuk popping di pulau Komodo. Dari trip itu kami baru tahu sesungguhnya mancing popping, “ungkap Adrianus Bratanata.
Setelah trip mancing popping di pulau Komodo bersama pemancing luar negeri, akhirnya mania mancing yang sering ngobrol di internet itu, setahun kemudian yaitu pada bulan April 2004 lalu membuat trip mancing ke Pulau Komodo. “Trip ke Komodo tahun 2004 itulah yang memang terdiri dari tujuh pemancing Indonesia. Dari trip barulah terbuka wawasan para mania mancing bahwa mancing popping menarik dan penuh unsure olahraganya,” ungkap Adrianus kepada MM.
Cerita keberhasilan dan serunya mancing popping membuat para mania mancing lainnya pun mulai tertarik untuk berpopping ria. Mulai merebaknya popping ternyata membawa berkah kepada toko-toko pancing yang menjual piranti mancing seperti joran, kenur, popper, dan ril popping mulai menghiasi toko-toko pancing ibukota.
Kondisi perkembangan mancing popping semakin hari semakin banyak. Banyak pemancing Jakarta mulai mencoba-coba mancing popping. Banyak trip mancing ke Binuangeun sekarang ini sering dijadikan uji coba para mania Jakarta untuk berpopping ria.
Cerita keberhasilan mania menaklukkan kuwe gerong (giant trevally) aau dikalang mania disebut GT mulai merebak di mana-mana. Dan akhirnya mulai banyak mania yang mencoba mencari “korban popping” ikan lain selain GT seperti ikan tuna. Cerita mancing tuna dengan teknik popping pun sama-sama menarik hampir selalu menghiasi cerita keberhasilan mania mancing.
Barangkali cerita puncaknya teknik mancing popping menjadi pusat perhatian mania mancing ketika terjadi turnamen Berkah III yang berlangsung pada tanggal 19-20 Maret 2005 lalu. Mengapa turnamen itu menjadi terkait dengan popping ria? Karena pada saat turnamen itu banyak tim yang mancing dasar dan trolling namun tidak mendapat banyak ikan-ikan besar.
Justru sebaliknya ketika tim fishyforum.com dan tim Mata Elang dimana pada saat turnamen Berkah III, khusus mancing menggunakan teknil popping hasilnya luarbiasa. Ikan-ikan kuwe gerong berukuran besar banyak yang terpancing.
Tim fishyforum.com lewat Joss Utoro yang mendapat ikan kuwe gerong (GT) seberat 21,65 kg berhasil menjadi juara pertama. Sementara itu tim Mata Elang dengan tim pemancing Wing mendapat ikan kuwe gerong sebesar 21,25 kg.
Dari hasil turnamen Berkah III itulah, mancing popping di kalangan mania semakin banyak dikenal. Dan mulai saat itu pula popping semakin marak di kalangan para mania mancing.
Tumbuhnya mancing popping paling tidak menghapus pandangan minus terhadap mania mancing bahwa kegiatan mancing ikan hanya kegiatan malas. Justru sebaliknya bahwa mancing popping adalah mancing yang sarat dengan unsur olahraga.
TEKNIK – TEKNIK MANCING LAUT 1. MANCING DASAR ( Bottom Fishing )
Yang biasanya ikan yang didapat adalah Kakap Merah, Kuwe, Krapu, dan beberapa ikan dasar lainnya. Terkadang Tenggiri dan Barracuda juga dapat dipancing dengan cara ini.
2. KONCER (LIVE BAIT)
Cara ini sedikit unik, tanpa menggunakan timah/ pemberat, jadi kenur utama dipasang kili-kili peniti, kemudian disambungkan dengan mata kail dengan kawat nikelin sepanjang 10cm. Umpan yang digunakan mutlak umpan hidup seperti : selar, tembang, layang, como, kembung, sangir, bahkan baby barracuda.
Umpan hidup dibiarkan berenang menjauhi kapal, menuju lokasi yang paling akurat (tohor), sambil menunggu ikan pamangsa, seperti Tenggiri dan Barracuda menyambar umpan hidup tadi.
Terkadang digunakan pula balon, yang berguna agar ikan tidak berenang ke bawah, sehingga ikan selalua berada di permukaan (1-2m dari permukaan). Tehnik ini yang sangat efisien dan efektif untuk mancing tenggiri di Kep. Seribu, dan saya sangat menggandrunginya.
3. TONDA (TROLLING)
Dengan umpan buatan sepeerti rapala, king getter, spoon, dsb - ditarikkapal dengan kecepatan 5-7 knot. Jarak umpan dari kapal sekitar 20-50m tergantung dari umpannya.
Cara ini kurang efektif bila digunakan di daerah Kep. Seribu yang tidak banyak ikan palagis diatas 10 kg.
4. CASTING
Biasanya dilakukan dari pinggiran laut, sepeti dermaga, batuan, bahkan diatas kapal yang sedang berhenti / jalan dengan pelan. Umpan yang digunakan biasanya tiruan, dengan berat sekitar 7-20gram. Caranya adalah umpan dilempar sejauh mungkin, kemudian reel digulung dengan cepat. Dan hal ini dilakukan berulang-ulang sampai ikan menyambar maupun sampai tangan pegel !
Kalau saya suka casting dari dermaga pulau dengan target ikan kuwe maupun tenggiri kecil, tetapi kalau belum dapat juga , ya casting cumi untuk makan malam.
5. JIGGING / POPPING
Tehnik ini biasanya sih digunakan di daerah Bali, dan banyak dilakukan oleh orang asing, seperti Jepang dan Korea. Tidak ada salahnya anda mencoba di Kep. Seribu. Keduanya hampir sama caranya, adalah dengan mengayunkan umpan tiruan, maupun menggulung reel dengan cepat, kemudian berhenti dan menggulungnya lagi. Kesemuanya bertujuan agar umpan tiruan tersebut mirip ikan umpan alami, sehingga ikan mau menyambar. Saya sebagai orang desa, ya ndak pernah pake cara ini, karena selain umpan tiruannya khusus dan mahal, lagipula ” mancing kok angel-angel nemen!”
Mancing dengan Layang-Layang - biasanya sering saya jumpai di pinggiran pulau Seribu, para nelayan yang mancing dengan menggunakan layan-layang! Target ikannya adalah cendro. Bagaimana caranya ? sepertinya ikan cendro ditangkap dengan tali laso, tanpa menggunakan pancing. Saya kurang jelas sekali masalh ini, karena belum pernah ikutan nelayan itu, lagipula saya melihatnya dari jarak 5-10m dari kapal.
6. Mancing GARONG
Disebut demikian karena memang NGGARONG ikan ! jadi pancing tidak selalu berada di mulut ikan, tetapi terkadang ada di pipi, di pundak, perut, buntut dsb. Dan pancingnya pun disebut pancing GARONG, yang terdiri dari 6 rangkaian mata pancing, yang berbentuk matahari, menggunakan joran TEGEK, sepanjang 4-6meter. Target ikan adalah keluarga RABBIT FISH, seperti Baronang, Botana, dan terkadang juga ikan Kakak Tua.
Tehnik ini sangat unik, eksentrik, sulit dan murah ! Mungkin mancing yang satu memerlukan biaya yang paling murah, tetapi NIKMATNYA………….. wueleh………..wueleh …………..wueleh………! Selain tehnik Koncer, saya juga keranjingan mancing dengan joran TEGEK, karena bagi saya, sensasinya betul-betul lain daripada yang lain ! Apalagi anda sudah bisa menggunakannya, Wah ! anda bangga sekali lho ! Soalnya ndak semua pemancing bisa melakukannya !!!! Lagipula dapatnya BARONANG bro….!
Aku cuma Pemancing Amatiran yang cuma pengen mengetahui lebih banyak tentang berbagai macam hal dalam memancing.
Keinginan terbesarku adalah mancing bareng Om Dudit & Kang Bayu dari Tim Mancing Mania Trans7.
He....he.....